PBB: Gaza Hadapi Krisis Pangan Tertinggi dalam Sejarah, Terancam Kelaparan Parah

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 06 Januari 2024 20:03 WIB
PBB: Gaza hadapi krisis pangan tertinggi dalam sejarah, terancam kelaparan (Foto: AFP)
Share :

GAZA Menurut Martin Griffiths, pejabat tinggi bantuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), warga Gaza menghadapi tingkat kerawanan pangan tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah.

Kelaparan akan segera terjadi ketika masyarakat di Gaza menghadapi tingkat kerawanan pangan tertinggi yang pernah tercatat.

Griffiths mengatakan Gaza telah menjadi 'tempat kematian dan keputusasaan', dan mengatakan dalam rilis berita yang diterbitkan Jumat bahwa jumlah korban tewas telah mencapai puluhan ribu, fasilitas medis diserang dan rumah sakit tidak berfungsi.

“Harapan sangat sulit dicapai,” tulis Griffiths dalam laporan tersebut, yang dirilis oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB hampir tiga bulan sejak Hamas melancarkan serangannya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Bencana kesehatan masyarakat terjadi ketika selokan meluap dan penyakit menular menyebar di tempat penampungan yang penuh sesak. Griffiths mengatakan sekitar 180 perempuan Palestina melahirkan setiap hari di tengah kekacauan perang itu.

“Gaza menjadi tidak bisa dihuni. Masyarakatnya setiap hari menyaksikan ancaman terhadap keberadaan mereka – sementara dunia terus menyaksikannya,” terangnya.

“Sementara itu, serangan roket terhadap Israel terus berlanjut, lebih dari 120 orang masih disandera di Gaza, ketegangan di Tepi Barat meningkat, dan kemungkinan meluasnya perang regional semakin dekat,” tambahnya.

Kekhawatiran akan perang yang lebih luas di Timur Tengah, yang dipicu oleh insiden yang melibatkan kelompok proksi Iran seperti pemberontak Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, merupakan fokus utama perjalanan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke wilayah tersebut saat ini.

Griffiths mendesak semua yang terlibat dalam perang yang sedang berlangsung untuk mematuhi hukum internasional, termasuk melindungi warga sipil dan memenuhi kebutuhan penting mereka, dan segera membebaskan semua sandera. Dia meminta komunitas internasional untuk menggunakan seluruh pengaruhnya untuk membantu mewujudkan hal ini.

“Kami terus menuntut diakhirinya perang, tidak hanya bagi masyarakat Gaza dan negara-negara tetangganya yang terancam, namun juga bagi generasi mendatang yang tidak akan pernah melupakan 90 hari neraka dan serangan terhadap prinsip-prinsip dasar kemanusiaan,” tambahnya.

“Perang ini seharusnya tidak pernah dimulai. Namun perang ini sudah lama berlalu,” ujarya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya