JAKARTA - Apakah benar kronologi tabrakan KA Turangga vs KA lokal Bandung Raya mirip dengan tragedi Bintaro? Pasalnya kecelakaan kereta ini banyak diperbincangkan oleh netizen.
Dalam hal ini, kronologi awal kecelakaan KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuterline Bandung Raya terjadi pada pukul 06.03 WIB di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka.Diketahui, kecelakaan terjadi di petak Cicalengka - Haurpugur, dekat Sinyal Masuk pihak Haurpugur.
Lantas apakah benar kronologi tabrakan KA Turangga Vs KA lokal Bandung Raya mirip dengan tragedi Bintaro? Dalam hal ini, tragedi Bintaro terjadi pada 19 Oktober 1987 sekitar pukul 07.00 WIB, di mana sebanyak 139 orang meninggal dunia dan 254 lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan kereta api ini melibatkan KA 220 Patas Merak relasi Tanah Abang-Merak dan KA Lokal 225 relasi Rangkasbitung-Jakarta Kota. Kedua kereta api terlibat adu banteng karena melintasi satu rel yang sama dari arah berlawanan.
Diketahui KA 225 Rangkasbitung-Jakarta Kota membawa sebanyak 1.887 penumpang, atau dengan kata lain ada kelebihan 200 persen dari kapasitas kereta api.
Kala itu penumpang masih diperbolehkan menaiki atap kereta atau memenuhi gerbong kereta sampai padat.
Sedangkan KA 220 Tanah Abang-Merak membawa 478 penumpang berdasarkan catatan dari penumpang yang membeli atau membawa karcis. Kereta api ini berangkat dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Sudimara.
Perjalanan ini jelas mengagetkan petugas Stasiun Sudimara lantaran tiga jalurnya sudah terisi. Salah satunya adalah KA 225 Rangkasbitung-Jakarta Kota yang berhenti di Jalur 3 Stasiun Sudimara.
Dalam melihat kejadian kronolgi ini sebenarnya tabrakan KA Turangga Vs KA lokal Bandung Raya tidka mirip dengan tragedi Bintaro.
(Rina Anggraeni)