Induk Gajah Sumatera Ditemukan Mati Mengenaskan, Diduga Ditembak Pakai Peluru Tajam

Demon Fajri, Jurnalis
Senin 08 Januari 2024 14:00 WIB
Induk gajah mati dibunuh. (Foto: Balai KSDA Bengkulu)
Share :

BENGKULU - Seekor induk gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Ipuh I, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. gajah berjenis kelamin betina ini sudah menjadi bangkai dan membusuk. Diduga usia kematian induk gajah berumur lebih dari 20 tahun tersebut diperkirakan mati pada 6 hingga 7 hari lalu.

Penyelidikan penyebab kematian gajah dilakukan dengan cara nekropsi. Hasil pengamatan umum sementara, ditemukan lubang berukuran sekira 15 mm dari bagian bawah rahang tembus ke Os frontalis. Diduga lubang bekas peluru tajam yang ditembakkan ke gajah.

Lalu, caling hilang dan ditemukan adanya upaya pelepasan secara paksa menggunakan benda keras. Di mana tulang rahang disekitar tempat menempelnya caling pecah. Kemudian, adanya indikasi kegiatan perburuan di lokasi.

 BACA JUGA:

Hal itu diperkuat dengan ditemukannya jerat seling di lokasi masih aktif. Selanjutnya, bangkai gajah di kubur secara manual. Terakhir, sampel yang berhasil dikumpulkan dari beberapa bagian. Mulai dari usus, lambung beserta isinya dan limpa.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bengkulu-Lampung, Said Jauhari mengatakan, penemuan bangkai induk gajah di areal konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK), PT. Bentara Arga Timber (PT. BAT), setelah adanya laporan dari Humas PT. BAT.

 BACA JUGA:

Sehingga, kata Said, tim gabungan dari Balai KSDA Bengkulu, Polsek Sungai Rumbai, Polres Mukomuko, Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Kerinci Sebelat dan Kepala Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Kabupaten Mukomuko, menuju ke lokasi.

"Ada lubang dari bagian bawah rahang tembus ke Os frontalis. Diduga lubang bekas peluru tajam. Caling pada gajah hilang. Tulang rahang di sekitar tempat menempelnya caling pecah. Adanya indikasi kegiatan perburuan, sebab tim menemukan jerat seling di sekitar lokasi yang masih aktif," kata Said, saat dikonfirmasi, Senin (8/1/2024).

HPT Air Ipuh I, kata Said, salah satu kawasan hutan habitat/kantung gajah berada di Lansekap Seblat, yang dibangun sebagai koridor gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu. Di mana lokasi itu menghubungkan kawasan hutan TWA Seblat dengan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya