TEGAL - Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Ganjar Pranowo mengungkapkan program beasiswa pendidikan satu keluarga miskin satu sarjana sifatnya fleksibel sesuai dengan kebutuhan penerima beasiswa.
Ganjar menjelaskan program tersebut ia gagas dimaksudkan untuk mengurangi ketimpangan sosial. Dengan adanya seorang anak yang bisa memiliki pendidikan tinggi diharapkan kondisi ekonomi keluarga tersebut dapat semakin membaik.
Hal tersebut disampaikan Ganjar Pranowo kepada awak media pada Rabu (10/1/2024) malam saat menginap di rumah kediaman salah seorang warga Waidah (55) di Jalan Arjuna, RT02/RW03 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah.
Waidah adalah seorang guru honorer SMP 5 Tegal. Dia merupakan ibu tunggal dari Fikri Haikal, alumni SMKN Jateng Semarang angkatan tahun 2017. Fikri saat ini diketahui tengah bekerja pada perusahaan farmasi di Jakarta. Berkat anaknya, Waidah dapat merenovasi rumah yang malam ini ditumpangi Ganjar Pranowo menginap.
"Ya naik kelas. Kalau teman-teman SMK sekarang sampai sarjana. Meskipun ada yang protes juga. 'Pak, saya gak mau sarjana. Sarjana juga belum tentu dapat pekerjaan kok, saya pengen vokasi, tapi D3, politeknik'. Ya enggak apa-apa, itu sebenarnya konsepnya mirip juga yang penting sekolahnya tinggi. Kita sebutnya sarjana," ujar Ganjar Pranowo.
Ia mengungkapkan banyak orang yang pintar yang ingin menjadi sarjana namun berasal dari ekonomi tidak mampu.
"Kaya kemarin saya ketemu Angga. Anak Jakarta, digusur rumahnya, pindah ke Karanganyar, terus kemudian orang tuanya kerja seadanya, sekolah di Boyolali, bisa keterima dapat beasiswa di ITB, dapet di Inggris. Ketika dia balik, bantu adiknya kuliah, keluarganya dan sebagainya," kata Ganjar Pranowo.