Pria yang memjabat sebagai Menkopolhukam itu memberikan contoh, seperti visi mengenai penegakkan hukum. Ia meminta masyarakat menilai bagaimana track record paslon tersebut dalam menegakkan hukum saat menjabat sebelumnya.
"Bagaimana perjalanan hidup dia? Menegakkan hukum atau melanggar hukum? Visi itu kan ditulis, tapi dia sendiri betul menegakkan hukum atau tidak," ujarnya.
"Oleh sebab itu, mari kita bedah visi misi dalam bidang yang sudah disiapkan oleh tim saya," sambungnya.
Mahfud mengungkapkan bahwa saat ini seringkali calon pemimpin yang terpilih bertolak belakang dengan visinya. Misal mengusung visi pemberantasan korupsi, tapi saat menjalankan tugasnya sebagai pejabat melakukan tindak pidana korupsi.
(Awaludin)