SEOUL – Kontroversi mengenai dugaan Ibu Negara Korea Selatan (Korsel) Kim Keon Hee menerima hadiah tas mewah Dior telah membuat Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa menjadi kacau balau.
Rekaman kamera mata-mata yang dirilis akhir tahun lalu menunjukkan seorang pendeta memberikan tas Dior kepadanya.
Beberapa analis mengatakan skandal itu mengancam prospek partai Presiden Yoon Suk Yeol dalam pemilu pada April mendatang.
Menurut jajak pendapat, para pemilih menginginkan penjelasan dari Yoon. Sedangkan pihak oposisi menggunakan isu tersebut untuk menyerangnya.
Video tersebut, yang dipublikasikan oleh saluran YouTube sayap kiri Voice of Seoul, dilaporkan direkam secara diam-diam oleh pendeta Choi Jae-young menggunakan kamera yang tertanam di jam tangannya.
Choi terlihat berjalan ke toko untuk membeli tas kulit anak sapi berwarna biru keabu-abuan, dengan tanda terima menyebutkan harganya sebesar 3 juta won atau USD2.200.
Choi kemudian mengunjungi Covana Contents, sebuah perusahaan di Seoul yang dimiliki oleh ibu negara, di mana Ibu Negara Kim kemudian bertanya kepada pendeta, "Mengapa Anda terus membawakan saya barang-barang ini?"
Menurut media setempat, tas tersebut diduga diberikan kepada ibu negara pada September 2022.
Meskipun video tersebut tidak secara eksplisit menunjukkan Kim menerima hadiah tersebut, namun Korea Herald melaporkan bahwa kantor kepresidenan mengkonfirmasi penerimaan tas tersebut dan mengatakan bahwa tas tersebut dikelola dan disimpan sebagai milik pemerintah.