Secara simbolik, Ganjar juga diberikan parang yang dikaitkan di sisi sebelah kiri pinggangnya. Adapun parang itu menjadi sebuah simbol perlindungan baginya.
"Lalu, parang menjadi bagian dari perlindungan itu. Ini adalah simbol kepemimpinan Manggarai dengan perlengkapan yang ada," ujarnya.
Ganjar sendiri merasa senang menggunakan pakaian adat tersebut. Ia juga sesekali meladeni sapaan masyarakat dengan mengajak bersalaman.
Saking antusiasnya, Ganjar tetap mengenakan pakaian adat tersebu ketika hadir dalam acara Hajatan Rakyat di Stadion Golo Dukal, Ruteng, NTT.
"Jadi warnanya ada hitam, ada orange, putih hijau itu dari kegelapan selalu ada sinar cahaya, dengan situasi seperti ini selalu ada cahaya," kata Ganjar.
(Arief Setyadi )