Laporan Media: Israel Bersiap untuk Menginvasi Lebanon

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 28 Januari 2024 17:40 WIB
Foto: Reuters.
Share :

BEIRUT - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap untuk memulai perang besar-besaran melawan kelompok bersenjata pro-Palestina Hizbullah di Lebanon, lapor lembaga penyiaran Lebanon LBCI pada Sabtu, (27/1/2024).

Hizbullah telah menembakkan roket dan mortir ke posisi Israel di tengah perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Rentetan serangan tersebut telah memicu serangan balasan dari tentara Israel.

Menurut LBCI, laporan intelijen tentang rencana Israel telah diberikan kepada Hizbullah oleh negara Arab yang tidak disebutkan namanya. Potensi kampanye IDF akan ditujukan untuk memaksa para militan mematuhi Resolusi Keamanan PBB 1701, yang diadopsi setelah berakhirnya perang Israel-Lebanon sebelumnya pada tahun 2006, kata kantor berita tersebut.

Dokumen PBB tersebut memfasilitasi pembentukan zona demiliterisasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

Situasi semakin meningkat bulan ini setelah serangan Israel menewaskan wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri di Beirut.

Pekan lalu, Kepala Staf Israel Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan kemungkinan konflik dengan Beirut “jauh lebih tinggi dibandingkan masa lalu.” Dia menambahkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berada dalam kondisi “meningkatkan kesiapan” untuk serangan lintas batas, demikian dilansir RT.

Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib, sementara itu, mengatakan bahwa keterlibatan negara-negara lain dalam pertempuran Israel-Hamas “tidak dapat diterima.” Dia juga memperingatkan bahwa perang dengan Lebanon tidak akan menjadi “piknik” bagi Israel. Anggota parlemen Hizbullah Hassan Ezzedine juga mengatakan bahwa para militan akan “melawan balik dua kali lebih keras dan memberikan pukulan kepada musuh.”

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk mencoba mencegah perang besar-besaran antara Israel dan Hizbullah.

Menurut Washington Post, para pejabat AS khawatir bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mungkin ingin menyerang tetangga Israel di utara di tengah meningkatnya kritik atas kegagalan pemerintahnya mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menyebabkan sekira 1.200 orang tewas. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa IDF akan merasa “sulit untuk berhasil” dalam perang dua front melawan Hamas dan Hizbullah.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya