Ketika itu, lanjut ibunda Muhammad Zinedine Alam Ganjar ini, usai alat cukur selesai digunakan Ganjar, lantas dikembalikan kepada Ahmad Basarah.
Tetapi, ketika alat cukur rambut digunakan oleh Basarah, justru baterainya habis. Menurutnya, itu adalah momen lucu dan menarik yang tidak akan mungkin dilupakan olehnya dan Ganjar. Sebab, saat itu Basarah belum bisa menyelesaikan potong rambutnya.
"Giliran Mas Basarah baru separoh potong rambutnya, baterainya abis. Jadi pas haji itu kan antrenya luar biasa tempat cukur rambut. Mas Basarah dengan separuh botak harus mencari tukang cukur rambut," terangnya.
Atikoh pun mengatakan, bahwa persaudaraan antara Ganjar dan Ahmad Basarah tak akan terlupakan. "Tapi nggak difoto ya Mas. Itu luar biasa sekali. Karena persaudaraan itu tidak akan dilupakan seumur hidup," pungkas Atikoh.
(Arief Setyadi )