JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan cuaca ekstrem mendominasi kejadian bencana di Pulau Jawa dalam sepekan terakhir. Tercatat, dalam sepekan terjadi 39 kali kejadian bencana terjadi di Indonesia.
“Nah yang paling signifikan di sini kita lihat nanti ada di Jawa. Jawa kita lihat kalau dari jenis bencananya paling signifikan itu adalah cuaca ekstrem,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, Senin (29/1/2024).
Aam sapaan Abdul Muhari pun mengungkapkan dalam sepekan terakhir terjadi 39 kali kejadian bencana namun dominasi banjir terus berkurang. “Satu minggu terakhir tanggal 22 sampai 28 Januari ada 39 kali kejadian bencana. Nah ini tadi yang seperti saya sampaikan, kalau biasanya banjir mendominasi banjir sedikit berkurang karena intensitas hujan nanti kita lihat secara umum berkurang di seluruh wilayah Indonesia.”
Lebih lanjut, Aam menjelaskan dengan berkurangnya intensitas hujan meskipun masih banyak awan-awan hujannya berkurang tetapi akan memunculkan perbedaan tekanan di udara sehingga terjadi cuaca ekstrim.
“Dalam bahasa masyarakatnya disebut angin puting beliung, angin kencang dan lain-lain. Pada dasarnya ini bisa disertai hujan bisa didahului hujan atau tidak disertai hujan sama sekali. Jadi ada beberapa tipe kejadian angin cuaca ekstrem ini,” jelasnya.
Aam menambahkan dalam pekan ini secara umum intensitas hujannya sedikit menurun meskipun masih ada di Sumatera masih tetap, tetapi di Jawa muncul cuaca ekstrem, puting beliung dan lain-lain.
“Nah ini menjadi fokus kita di minggu ini sangat banyak dan merata di seluruh provinsi ya, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Meskipun ada kejadian banjir ada tanah longsor tapi yang paling dominan di sini adalah cuaca ekstrem,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)