Ki Ardhi berkisah, Ki Gede Sidowayah kemudian membawa bayi tersebut ke Modo dan dititipkan ke Mbok Rondo Wora Wari. Juga menyimpan kotak yang berisi mahkota dan pakaian ratu tersebut. Mada kecil dididik oleh Ki Gede Sidowayah sampai pada akhirnya bisa menjadi prajurit Majapahit.
"Saat menjadi prajurit dan mendapatkan posisi menjadi pimpinan prajurit itulah, Ki Gede Sidowayah membuka kisah tentang penemuan bayi di samping jasad ibunya serta menemukan kotak berisikan mahkota tersebut kepada Gajah Mada dan beberapa elite Majapahit," jelasnya.
Lakon wayang ini terus berlanjut hingga terbongkar siapa Gajah Mada dan sosok yang ada di Gunung Ratu. Ki Ardhi mengakhiri pagelarannya dan menyampaikan episode berlanjut saat bagaimana Gajah Mada mampu membawa kejayaan Majapahit.
Pengurus Paguyuban Budaya Wilwatikta, Rudi Hariyono menuturkan kegiatan ini dihadiri 33 kelompok organisasi seni budaya dan kejawen yang ada di Lamongan. Pagelaran wayang ini, menurut Rudi, adalah kegiatan rutin malam bulan purnama sekaligus kirim doa seribu hari Ketua Lesbumi NU, almarhum Agus Sunyoto.
(Angkasa Yudhistira)