JAKARTA - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menanggapi flyer yang viral di media sosial, yaitu 100 ribu mahasiswa melakukan unjuk rasa di Istana Presien, pada Kamis, 1 Februari 2024.
"GMKI tidak tahu sama sekali perihal poster digital yang menghebohkan media sosial itu,” ujar Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Artinus Hulu, Rabu (1/31/2024).
“Banyak juga organisasi dan BEM yang logonya juga dicatut dalam selebaran gelap tersebut," tambah Artinus Hulu.
“Kami pastikan bahwa instruksi tersebut bukan dari Pengurus Pusat GMKI," ujar mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Indonesia ini.
Hulu meminta kepada cabang-cabang GMKI Se-Tanah Air untuk tidak terprovokasi dengan flyer yang beredar.
"Kader-kader harus melawan informasi hoaks yang meresahkan masyarakat ini, dan konsisten menjaga nilai-nilai serta nama baik organisasi," kata Hulu.
Menurut Hulu, organisasi mahasiswa harus selalu kritis memberikan masukan yang objektif dan progresif kepada pemerintah dan masyarakat.
"Sebagai generasi intelektual yang sudah berproses di organisasi dan di kampus, mahasiswa harus selalu kritis melihat kondisi sekitarnya. Namun ada cara-cara yang elegan dalam menyampaikan kritik atau saran kepada pemerintahan hari ini," jelas Artinus Hulu.
Hulu menduga, ada kelompok-kelompok yang ingin mengklaim gerakan mahasiswa untuk membangun framing ketidakpercayaan publik.