Lebih lanjut Achyar menjelaskan, bahwa pengunduran diri Mahfud MD dari jabatannya sebagai Menko Polhukam ini menunjukan integritas diri yang harus dijunjung tinggi. Sikap ini, sambung dia, juga menunjukan bahwa ketika ingin mendapatkan amanah publik maka jangan juga memanfaatkan jabatan kita untuk meraihnya lantaran sama saja membohongi publik.
Wakil Ketua TPM Ganjar-Mahfud ini menyampaikan bahwa sikap Mahfud MD yang mundur dari kabinet Jokowi ini menunjukkan cawapres nomor urut 3 itu pemimpin yang berjiwa kesatria.
“Mahfud MD menurut saya memiliki jiwa kesatria yang harus dimiliki oleh pemimpin kedepan bangsa ini. Seorang kesatria akan berjuang dengan kekuatan yang dia miliki bukan kekuatan dari sebuah warisan ataupun bantuan dari paman bahkan Ayahnya sendiri," ujar Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia 2022-2023 itu.
Mantan Ketua PB HMI itu berharap, alam berpikir dan hati nurani para menteri dari kalangan nonparpol yang mengalami kegundahan yang sama dengan Mahfud MD untuk tidak ragu-ragu mengundurkan diri.
"Bapak-bapak dan Ibu-Ibu Menteri dari nonparpol, yang memiliki kegundahan yang serupa seperti Prof. Mahfud MD, harapannya tidak usah ragu dan takut, Rakyat ada dibelakang bapak-bapak dan ibu-ibu semua", ujar Kandidat Ph.D., Urban Planning, Tianjin University, Tiongkok ini.
“Kesucian Demokrasi itu adalah ketika kita mampu dipilih oleh rakyat karena kita memang layak dipilih, bukan karena di poles sana-sini, hukum di putar balikan, bergerak menggunakan ancaman dan intimidasi karena kita sedang memegang kekuasaan karena hal tersebutlah yang merusak kesucian demokrasi. Atas nama kesucian demokrasi maka nilai-nilai etis menjadi hal yang paling terdepan”, ujar Achyar.
(Fakhrizal Fakhri )