Kalau kemarin saya menulis OCB (Organizational Citizenship Behavior bisa jadi solusi negara ini (baca: Presiden dengan Kabinetnya) untuk menyambut "kelahiran bayi" tersebut akibat dimungkinkannya terjadi "Tsunami Politik" gegara bisa jadi tidak hanya satu menteri yang mundur (dalam hal ini hanya Prof Mahfud MD saja) namun diikuti oleh menteri-menteri yang lain sebagaimana "bocor alus" versi beberapa media dari Kabinet sekarang ini. Namun bukan berarti dengan OCB situasi tersebut bisa 100% diantisipasi, karena kalau memang sudah Sunatullah, maka apa yang memang digariskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT, InsyaaAllah pasti terjadi. Hanya saja minimal kondisi bisa sedikit diminimalisir agar jangan "Tsunami Politik" akibat "lahirnya" Sang Jabang Bayi dari Rahim Ibu Pertiwi tersebut tidak makin menimbulkan penderitaan bagi Rakyat sesuai cita cita demokrasi selama ini.
Secara detail sudah saya paparkan kemarin bahwa OCB dapat diaplikasikan secara berbeda-berda tergantung bagaimana bentuk dan sistem demokrasi negara tersebut misalnya Invidualisme vs Kollektivisme, Masculinity vs Femininity, Individual Power Distance, Collectivism Power Distance dsb, sehingga tergantung bagaimana mau digunakan atau tidak tergantung dari bagaimana Presiden menyikapi kondisi yang sekarang terjadi: Mau digunakan Pandangan Manajemen OCB, Mau digunakan Standar Etika atau Aturan secara Letterlijk atau bahkan tetap saja (abai) meneruskan Gayanya selama ini karena merasa sangat yakin bahwa apa-apa yang dilakukannya -menurut Surpay, bukan Survey- masih memiliki apprival rate diatas 80%.
Kesimpulannya, "Ibu Pertiwi (benar-benar sekarang dirasakan) Sedang Hamil Tua", apakah "kelahiran"-nya tersebut merupakan sosok yang memang benar-benar bak Satrio Piningit yang ditunggu-tunggu sejak lama segenap Anak Bangsa untuk bisa merubah nasib menyejahterakan Rakyat Indonesia atau malah "Anak Haram" (bukan hanya versi Konstitusi) yang justru akan semakin membuat Bangsa ini tidak bisa mencapai cita cita Indonesia Emas 2045 ya karena salah arah akibat salah pilih orang (semoga tidak). Sekali lagi semua sudah ada Ilmunya, secara Manajemen salah satunya menggunakan OCB, secara Politik, secara Moral, secara Hukum, secara Sosial dsb. Semoga Indonesia diselamatkan.
Penulis: Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB, Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes
(Awaludin)