3. Bukan Konflik tapi Alasan Politik
Mahfud MD menegaskan, dirinya mundur sebagai Menko Polhukam bukan karena konflik politik. Namun, karena kontestasi politik yang sedang dijalaninya.
Hal itu ia sampaikan saat berpamitan kepada pegawai Kemenko Polhukam setelah berolahraga di kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Artinya bukan konflik, ya politik, saya masuk ke kontes politik menjadi pasangan calon wakil presiden," sambungnya.
Mahfud menjelaskan, dirinya hari mundur karena tidak bisa menghindari conflict of interest saat menjabat sebagai Menko Polhukam dan mencalonkan diri sebagai pasangan Ganjar Pranowo.
"Saya mengundurkan diri ya sesudah mencoba 4 bulan atau 3 bulan sejak pencalonan di bulan Oktober itu, ternyata sangat sibuk. Meskipun dalam aturan itu boleh menjadi menteri sambil menjadi calon, boleh," katanya.
"Tapi ternyata sesudah menjalani, saya sibuk, terkadang terasa ada konflik kepentingan ketika saya berkunjung ke daerah sebagai Menko tidak sebagai cawapres, terkadang ada saja orang berteriak 'bapak cawapres', jadi menjadi tidak enak," sambungnya.
(Arief Setyadi )