JAKARTA – Bagi diaspora Indonesia di luar negeri, menentukan pilihan pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) atau calon legislatif (Caleg) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 adalah perkara yang susah-susah gampang. Pasalnya, tidak seperti di Tanah Air, akses informasi terkait kandidat presiden dan legislatif Pemilu 2024 bagi para diaspora relatif lebih terbatas.
Hal ini dialami oleh Priska Infanger, diaspora Indonesia yang saat ini tinggal di Zug, Swiss dalam menentukan pasangan capres dan cawapres mana yang akan dia pilih. Priska menceritakan bagaimana diaspora di Swiss mendapatkan informasi mengenai para pasangan capres, dan visi misi mereka.
“Beberapa teman saya ada yang cukup informatif dan aktif di dunia politik. Sebelum pemilu mereka sudah melihat beberapa pasangan kandidat,” kata Priska pada live streaming program Dengar Bersama, Coblos & Opini Demokrasi (Debar COD) Okezone dan Trijaya FM, Rabu (14/2/2024).
Priska juga mengungkapkan bahwa diaspora Indonesia di Swiss memiliki beberapa grup chat yang mendukung pasangan calon (paslon), baik 1,2, atau 3 pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024, yang membagikan program-progam paslon yang mereka dukung.