“Biarlah rakyat yang berdaulat untuk menjalankan demokrasi ini. Kita semua adalah menghantarkan rakyat karena rakyatlah yang pegang hak kedaulatan rakyat itu,” ucapnya.
“Selanjutnya, jikalau kemudian ada unsur pembentukan opini itu telah terdesain sebuah kecurangan misalnya untuk melegitimasi desain-desain rencana kecurangan itu kemudian akan terlegitimasi dengan membangun opini-opini itu, kita juga tidak kalah penting untuk menyoroti dalam pelaksanaan pemilu ini ada mekanisme yang sesungguhnya transpara,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )