JAKARTA - Raden Wijaya langsung menjalin kerja sama dengan China usai dilantik menjadi Raja Majapahit. Ia kembali merajut hubungan dengan China usai pasukannya berhasil mengusir tentara Mongol dan China ketika datang ke Pulau Jawa.
Di mata Raden Wijaya, mereka adalah orang-orang terhormat yang layak diajak berhubungan serta prajurit yang berdisiplin. Ketika terjadi kesalahpahaman yang memalukan menyangkut kedua putri Jawa, Raden Wijaya terpaksa memerangi mereka.
Namun, ia berusaha mengurangi jatuhnya korban dari pihak China dan tetap menjaga martabat prajurit China. Ia paham jika permusuhan antara China dan Jawa tidaklah abadi melainkan sesaat saja, karena pengaruh Mongol.
Konon orang-orang Mongol memang menjadi ancaman bagi seantero kawasan, sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit" dari Earl Drake.
Itu sebabnya, Kertanagara mulai menggalang persekutuan dengan Sumatera, Bali, dan Champa.
Kesuksesan pasukan Mongol menaklukan negeri-negeri jirannya, membuat Kertanagara percaya bahwa Khubilai Khan memperoleh kesaktiannya dari ritual-ritual Tantrik rahasia. Inilah yang menyebabkan Kertanagara belajar mempraktikkan ritual serupa.
Akan tetapi, dalam upaya memahami kemelut yang mengadang negerinya, Kertanagara tak pernah menyalahkan bangsa China. Ia menganggap mereka sebagai sesama korban agresi Mongol.