Jutaan Keledai dari Kenya Dibunuh Setiap Tahun untuk Dijadikan Obat, Paling Laku di China

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 16 Februari 2024 18:04 WIB
Jutaan keledai dari Kenya dibunuh per tahun untuk dijadikan obat (Foto: The Donkey Sanctuary)
Share :

KENYA - Pembunuhan keledai semakin marak setiap tahunnya untuk satu tujuan yakni obat. Keledai ini kebanyakan berasal ribuan mil dari ladang di Kenya. Di China, obat tradisional yang terbuat dari gelatin pada kulit keledai sangat diminati dan paling dicari. Ini disebut Ejiao.

Bagian ini diyakini memiliki sifat meningkatkan kesehatan dan menjaga awet muda. Kulit keledai direbus untuk diambil gelatinnya, yang kemudian dibuat menjadi bubuk, pil atau cairan, atau ditambahkan ke dalam makanan.

Salah satu warga bernama Steve mengeluhkan kondisi ini. Steve bergantung sepenuhnya pada keledainya untuk menjual air dan mencari nafkah. Keledai ini mampu mengangkut gerobak yang berisi 20 jerigen air ke seluruh pelanggannya. Ketika keledai Steve dicuri untuk diambil kulitnya, dia tidak bisa lagi bekerja.

Hari itu dimulai seperti kebanyakan hari lainnya. Pagi harinya, dia meninggalkan rumahnya di pinggiran Nairobi dan pergi ke ladang untuk mencari hewan peliharaannya.

“Saya tidak bisa melihatnya. Saya mencari sepanjang hari, sepanjang malam, dan keesokan harinya,” terangnya.

Tiga hari kemudian dia mendapat telepon dari seorang teman yang memberitahunya bahwa dia telah menemukan kerangka hewan tersebut. “Mereka dibunuh, dibantai, kulit mereka tidak ada,” lanjutnya.

Pencurian keledai seperti ini semakin sering terjadi di banyak wilayah Afrika dan di wilayah lain di dunia yang mempunyai populasi besar hewan pekerja ini. Steve dan keledainya terkena dampak buruk dari perdagangan kulit keledai global yang kontroversial.

Para pegiat yang menentang perdagangan ini mengatakan bahwa orang-orang seperti Steve dan keledai tempat mereka bergantung, adalah korban dari permintaan yang tidak berkelanjutan terhadap bahan tradisional Ejiao.

Dalam laporan barunya, Suaka Keledai, yang telah berkampanye menentang perdagangan ini sejak 2017, memperkirakan bahwa secara global setidaknya 5,9 juta keledai disembelih setiap tahunnya untuk memasok makanan tersebut. Dan badan amal tersebut mengatakan bahwa permintaan meningkat, meskipun BBC tidak dapat memverifikasi secara independen angka-angka tersebut.

Sangat sulit untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai berapa banyak keledai yang dibunuh untuk memasok industri Ejiao.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya