"Akurat karena memakai face recognition. Akhirnya ke tembak. Yang kita kaget itu terjadi di wilayah Irak tapi dronenya konon dikendalikan dari Qatar, markas Amerika Serikat di Qatar," kata Jokowi.
"Ini hal-hal yang harus kita ikuti, amati, bagaimana perkembangan teknologi itu bisa mengubah dari perang yang konvensional ke perang-perang yang bisa dikendalikan dari jarak jauh," sambungnya.
(Fahmi Firdaus )