BERBAGAI peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada 3 Maret. Beberapa di antaranya adalah kelahiran Hamengkubuwono (HB) VIII dan Majelis Nasional Turki secara resmi menghapuskan Kekhalifahan Utsmaniyah
Berikut peristiwa-peristiwa penting pada 3 Februari, yang dirangkum dari berbagai sumber:
1880 – Kelahiran Hamengkubuwono (HB) VIII
Hamengkubuwono (HB) VIII lahir di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta) pada 3 Maret 1880 dan meninggal di Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat pada 22 Oktober 1939 pada umur 59 tahun.
BACA JUGA:
Hamengkubuwono VIII dengan nama asli Gusti Raden Mas Sujadi dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta tanggal 8 Februari 1921.
Di masa pemerintahannya, Hamengkubuwono VIII banyak mengadakan rehabilitasi bangunan kompleks keraton Yogyakarta. Salah satunya adalah Bangsal Pagelaran yang berada tepat di selatan Alun-alun utara Yogyakarta. Kemudian, bangunan lainnya yang direhabilitasi adalah tratag Siti Hinggil, Gerbang Donopratopo, dan Masjid Gedhe.
Hamengkubuwono VIII juga merupakan salah satu orang pertama dari kalangan politikus papan atas Kota Yogyakarta yang mendukung perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam pembentukan Muhammadiyah sebagai bentuk loyalitasnya pada Islam.
1923 - Majalah TIME Amerika Serikat Terbit Perdana
disi pertama TIME diterbitkan pada 3 Maret 1923, dengan Joseph G Cannon, anggota DPR AS di sampulnya. TIME terbit lebih awal dari pesaing-pesaingnya, sekaligus menciptakan format majalah berita mingguan.
BACA JUGA:
TIME didirikan pada 1923 oleh Briton Hadden dan Henry Luce. Keduanya telah pernah bekerja sama semasa di Yale, menjadi editor dan ketua Yale Daily News. Hadden meninggal pada 1929, dan Luce menjadi orang penting di TIME dan tokoh besar dalam media pada abad ke-20.
Hadden adalah orang yang periang, dan menganggap TIME sebagai sesuatu yang penting namun juga menyenangkan. Ini turut memengaruhi isinya yang hingga kini kadang masih dianggap terlalu ringan untuk berita serius.
1924 - Majelis Nasional Turki secara resmi menghapuskan Kekhalifahan Utsmaniyah
Penurunan Kekhalifahan Utsmaniyah terjadi karena pengikisan kekuasaan perlahan dalam kaitannya dengan Eropa Barat, dan karena akhir negara Utsmaniyah akibat pemisahan Kekaisaran Utsmaniyah oleh mandat Liga Bangsa-Bangsa.
Abdul Mejid II, khalifah Utsmaniyah terakhir, memegang jabatan khalifahnya selama dua tahun setelah pemisahan, tetapi dengan reformasi sekuler Mustafa Kemal dan kemudian pengasingan keluarga Osmanoğlu dari Republik Turki pada 1924, posisi khalifah tersebut ditiadakan.
1939 - Mahatma Gandhi melakukan aksi protes
Mahatma Gandhi melakukan aksi protes kepada pemerintahan Inggris di India dengan berpuasa. Aksi ini adalah awal seruannya untuk mengusir Inggris dari India.
1972 – Kelahiran Sumanto si kanibal Indonesia
Sumanto terjerat kasus kanibalisme. Pada awal tahun 2003 silam, namanya dikenal secara luas di Indonesia karena terlibat kasus pencurian mayat dan memakannya karena percaya ini akan memberinya kekuatan batin supranatural.
2005 - Abu Bakar Ba'asyir dinyatakan bersalah atas konspirasi Bom Bali 2002
Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah grup separatis militan Islam yang mempunyai kaitan dengan Al-Qaeda.
Perjalanan kariernya dimulai dengan menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo. Selanjutnya ia menjabat Sekretaris Pemuda Al-Irsyad Solo, kemudian terpilih menjadi Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (1961), Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, memimpin Pondok Pesantren Al Mu'min (1972) dan Ketua Organisasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), 2002.
Ba'asyir mendirikan Pesantren Al-Mu'min di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, bersama dengan Abdullah Sungkar pada 10 Maret 1972. Pada masa Orde Baru, Ba'asyir melarikan diri dan tinggal di Malaysia selama 17 tahun atas penolakannya terhadap asas tunggal Pancasila.
Abu Bakar Ba'asyir, yang diduga oleh beberapa pihak sebagai salah seorang yang terlibat dalam pengeboman di Bali, dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum atas dugaan konspirasi pada Maret 2005, dan hanya divonis atas pelanggaran keimigrasian.
(Qur'anul Hidayat)