JAKARTA - Website sirekap KPU mendadak down dan berganti tampilan tanpa pemberitahuan. Diagram perhitungan suara mendadak hilang dan tak ada dalam tampilan.
Menanggapi hal itu, Sekjen Perindo, Ahmad Rofiq meminta KPU harus menjelaskan secara terbuka terkait itu.
"Apakah ini merupakan kesengajaan atau karena sifatnya teknis. Jika karena sengaja di-down kan maka seharusnya KPU memberikan penjelasan ke publik, karena sirekap ini menjadi rujukan masyarakatdlm melihat hasil pemilu," kata Rofiq dalam keterangan tertulis.
Menurut Rofiq, Sirekap saat ini menjadi sumber informasi dan analisis bagi semua pihak. Jika tiba-tiba tak bisa diakses, membuat kecurigaan terhadap KPU makin menguat.
"Jika mati tiba-tiba seperti ini maka kecurigaan terhadap KPU bahwa ini ada ruang gelap yang sedang dimainkan tentu ini tidak bisa disalahkan, apalagi selama ini tidak nampak penyempurnaan final terhadap perbaikan sirekap," katanya.
"Sirekap ini memakai biaya APBN, sudah barang tentu harus bisa dipertanggungjawabkan secara benar. Tidak bisa hidup mati sesuai dengan pikiran dan kemauan KPU. Publik harus terlibat secara utuh agar pemilu 2024 ini mendapatkan legitimasi," katanya.
Diketahui, Tampilan Sirekap pada website Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami perubahan. Data diagram perolehan suara yang biasanya tertera dalam diagram tidak muncul.
Pantauan MNC Portal Indonesia biasanya website KPU menampilkan gambar diagram perolehan suara. Namun, kali ini diagram tersebut tidak terlihat.
Jumlah suara paslon dan termasuk persentasenya tidak terlihat. Tidak hanya itu, jumlah suara pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah diinput dari Form C juga tidak diperlihatkan.
(Khafid Mardiyansyah)