Rafani juga mengingatkan, tidak semua yang tinggal di lingkungan masjid itu beragama muslim. Sehingga, hal itulah yang menjadi alasan terbitanya aturan pengeras suara masjid.
"Jadi karna di lingkungan masjid kan tidak semuanya muslim, mungkin kalo di daerah muslim, tapi kalau di kota beda kan. Nah jadi supaya tercipta kerukunan, keharmonisan. Kan itu tidak dibatasi sebetulnya hanya mengatur volume agar suapaya tidak sampai keluar, kalau adzan kan bebas bisa keluar, itu aja sebenernya," bebernya.
Lebih lanjut Rafani mengatakan bahwa MUI Jabar sendiri tidak mempermasalahkan terkait aturan tersebut.
"Sepanjang tidak ada unsur pembatasan oke lah demi untuk menciptakan suasana yang rukun tadi itu," imbuhnya.
Ajak Warga Istigosah
Di sisi lain, Rafani pun mengajak masyarakat, khususnya yang berada di Bandung Raya untuk menghadiri acara istigosah atau doa bersama dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar di Jalan Diponegoro tepatnya di depan Gedung Sate, Kota Bandung.
"Kegiatan ini akan dihadiri oleh para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pondok pesantren, parasantri kemudian juga pimpinan MUI kabupaten kota se-Jabar," katanya.
Rafani mengatakan, kegiatan istigosah atau doa bersama ini sudah menjadi bagian tradisi khusus di lingkungan MUI menjelang bulan Ramadan.
"Istilah populer kan ada Tarhib Ramadan. Kita tau kan bulan Ramadhan itu penuh berkah jadi tentu saja kita mengharapkan keberkahan pada bulan Ramadan nanti sehingga kita mendapatkan kemuliaan, kemudian pada waktunya nanti bulan Ramadan itu bisa berjalan dengan tenang, tentram, masyarakat bisa secara khusyu beribadah," tuturnya.
Selain istigosah atau doa bersama, kata Rafani, MUI Jabar juga menggelar bazar murah bagi masyarakat.
"Ada penjualan sembako murah rencananya. Yaitu mudah-mudahan kegiatannya ini pertama berdoa tapi juga sekaligus memberikan manfaat untuk masyarakat," imbuhnya.
Rafani mengatakan, kegiatan ini hanya di satu titik saja yakni di Jalan Diponegoro tepatnya di depan Gedung Sate, Kota Bandung.
"Memang ini levelnya Jawa Barat. Makannya kami mengundang MUI kabupaten/kota se-Jabar, tapi ya mungkin kalau jemaah yang itu jemaah intinya Bandung Raya," tandasnya.
(Fakhrizal Fakhri )