"Diskriminasi gender yang terburuk terjadi di biro-biro lembaga pemerintah pusat di tingkat provinsi, seperti Kementerian Perkeretaapian atau Bank Rakyat China, di mana lebih dari 40 persen jabatannya memiliki preferensi gender," menurut penelitian yang menimbulkan kejutan di kalangan aktivis perempuan di China dan di seluruh dunia itu.
SCMP Daily juga melaporkan bahwa di antara semua posisi, hanya badan pendapatan, bea cukai dan sensus serta statistik yang memiliki kesenjangan gender yang merata di China, sementara yang lain lebih memilih laki-laki daripada perempuan.
Namun para aktivis berpendapat bahwa Presiden Xi Jinping seharusnya mengizinkan perempuan di China untuk memiliki lebih banyak partisipasi dalam politik dan posisi pengambilan keputusan, agar negara tersebut dapat menghilangkan 'langit-langit kaca' yang menghalangi mereka untuk 'menyentuh langit' hingga sekarang. Mereka berpikir bahwa jika hal itu terwujud, maka akan benar-benar menjadi hadiah terbesar dari Xi Jinping tidak hanya untuk para wanita, tetapi juga seluruh China.
(Rahman Asmardika)