Itulah mengapa, sambungnya, jihad ekonomi melalui pengembangan ekonomi syariah juga menjadi bentuk pengamalan dari nilai-nilai yang ada di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri merupakan petunjuk bagi manusia (hudan lin nas) sekaligus petunjuk bagi orang yang bertakwa (hudan lil muttaqin).
“[Pengembangan ekonomi syariah] ini dalam rangka melaksanakan tuntunan Al-Qur’an. Jadi, bukan hanya dibaca Al-Qur’an itu, tetapi diamalkan. Syariah itu juga diterapkan di dalam [kehidupan sehari-hari],” ujar Wapres.
Dalam kesempatan ini, ia sangat menyambut baik kerja sama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) dan Yayasan Nur Quran Indonesia dalam gelaran Indonesia Qur’an Hours.
“Memang kita selain membaca tiap menit, tiap jam, tiap [hari], tetapi juga bagaimana mengamalkan Al-Qur’an, menerapkan Al-Qur’an. Salah satunya dalam bidang ekonomi, mencari rezeki,” ungkap Wapres.
Mengakhiri sambutannya, Wapres berharap umat Islam di tanah air dapat mengejawantahkan setiap ajaran Al-Qur’an dalam kesehariannya.
“Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita sebagai umat ahlul Qur’an yang selalu membaca Qur’an tiap menit tiap jam dan mengamalkan Al-Qur’an dan menerapkan Al-Qur’an dalam semua aspek, termasuk dalam bidang ekonomi yang masyru’ah, sesuai dengan syariah,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)