Inilah Alasan Kenapa Kerajaan Majapahit Tak Bisa Kalahkan Pajajaran

Rina Anggraeni, Jurnalis
Selasa 02 April 2024 18:45 WIB
Ilustrasi inilah alasan kenapa kerajaan Majapahit ( Foto : Freepik)
Share :

JAKARTA - Inilah alasan kenapa kerajaan Majapahit tak bisa kalahkan Pajajaran.Dalam hal ini Kerajaan Pajajaran atau dikenal sebagai Kerajaan Sunda dimulai pada tahun 1130 Masehi (M) dan berakhir tahun 1579 M.

Sedangkan kerajaan Majapahit terkenal daerah kekuasaannya luas hingga pulau Jawa. Tapi, dia tidak bisa merebut kekuasaan Pajajaran. Lantas apa alasannya?

Ternyata inilah alasan kenapa kerajaan Majapahit tak bisa kalahkan Pajajaran dikarenakan keteguhan rakyat Kerajaan Pajajaran dalam mempertahankan adat dan budayanya. Keteguhan ini membuat Kerajaan Majapahit, susah menguasainya.

Hingga kini, adat budaya dan bahasa Sunda masih terus lestari. Kerajaan Pajajaran adalah sebuah kerajaan Hindu di Tatar Pasundan yang didirikan oleh orang-orang dari etnis Sunda.

Pajajaran menguasai wilayah seluas 300 league atau sekitar 1.176 km, mencakup Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Cimanuk, dan Sungai Cimanuk. Pusat pemerintahan atau ibu kota terakhir Pajajaran sebelum hancur oleh pasukan Islam dari Demak dan Banten berada di sebuah kota bernama Dayo.

Para ahli meyakini, Dayo yang dimaksud adalah kawasan yang meliputi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor di Jawa Barat saat ini. Hal ini diketahui dari sejumlah naskah-naskah kuno dan catatan perjalanan penjelajah Eropa.

Tome Pires dalam catatan perjalanannya Suma Oriental menyebut bahwa Dayo menjadi kota yang paling sering ditinggali oleh Raja Pajajaran. Raja memiliki istana yang sangat megah, dibangun dengan 330 pilar kayu setinggi lima depa, dengan ukiran indah di atasnya.

Kemudian pada 1856, Administrator orientalis dan kolonial John Crawfurd (1783-1868), berhasil memecahkan soal misteri lokasi Kota Dayo. Crawfurd melakukan penelitian yang dicatat dalam A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjent Countries.

“Buitenzorg (Bogor) adalah ibukota Kerajaan Pajajaran karena ditemukan bekas fondasi istana, banyak sekali puing-puing bebatuan serta prasasti,” jelas Crawfurd.

Kemudian berdasarkan naskah kuno atau prasasti juga Ibu Kota Pajajaran menyebut pusat Kerajaan Pajajaran berada di Bogor, yang dalam Prasasti Batu Tulis disebut Pakuan. Tom Pires (1513 M) di dalam buku berjudul “The Suma Oriental”, menyebutkan bahwa ibu kota kerajaan Sunda disebut dayo (dayeuh) itu terletak sejauh sejauh dua hari perjalanan dari Kalapa (Jakarta).

(Rina Anggraeni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya