Pemudik: Contraflow Urai Kemacetan, Namun Undang Kecelakaan Maut

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Sabtu 13 April 2024 00:04 WIB
Share :

JAKARTA - Rekayasa lalu lintas berupa contraflow di beberapa ruas tol Trans Jawa saat mudik Lebaran 2024 dinilai efektif mengurai kemacetan, hanya saja skema itu justru memperlebar potensi kecelakaan maut bagi mereka yang melintas.

Pernyataan ini diutarakan seorang pemudik tujuan Klaten, Jawa Tengah, atas nama Lodi (40 tahun). Kepada MNC Portal, dia mengutarakan contraflow hanya memperluas angka kecelakaan saat mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Bukan tanpa alasan, pandangan Lodi didasarkan pada peristiwa nahas di kilometer (Km) 58 Tol Jakarta - Cikampek (Japek) yang menewaskan 12 orang pemudik. Kejadian itu terjadi pada Senin (8/4/2024) lalu atau H+2 Lebaran dengan melibatkan sebuah mobil GranMax.

“Kalau efektif, suda efektif itu, benar-benar mengurangi kemacetan, tapi potensi kecelakaannya lebih besar,” ujarnya saat ditemui di Km 86 A Tol Cipali, Jumat (12/4/2024).

Adapun, Km 58 Tol Jakarta - Cikampek merupakan salah satu ruas yang menerapkan contraflow atau lawan arah saat mudik Lebaran tahun ini. Tujuannya untuk mengurai kemacetan kendaraan.

Meski begitu, rekayasa lalu lintas lawan arah dianggap riskan dan membahayakan. Alasan lainnya adalah tidak ada batasan maksimal kecepatan kendaraan yang melintas di lajur contraflow. Lalu, kurangnya pembatas antara contraflow dengan jalur reguler.

Karena itu, Lodi menyarankan seyogyanya Korlantas Polri tidak lagi menggunakan contra flow untuk mengatur volume kendaraan. Sebagai gantinya, otoritas menerapkan one way atau satu arah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya