Kisah Deni Setiawan, Banting Setir dari Marketing Bank Jadi Pengais Barang Bekas Demi Kebutuhan Keluarga

Nur Khabibi, Jurnalis
Jum'at 26 April 2024 15:36 WIB
Pemulung barang bekas, Deni Setiawan (foto: MPI/Nur)
Share :

Sebagai kepala keluarga, Deni pun sedih dengan kondisi keluarganya saat itu yang sungguh memprihatinkan. Ia pun bertekad kepada dirinya sendiri untuk segera menemukan pekerjaan baru agar dapur keluarganya bisa kembali ngebul.

"Ampe saya nangis, akhirnya saya memutuskan jadi pemulung sampai saat ini," katanya.

Dalam menjalani profesinya ini, Deni keluar untuk mengumpulkan barang bekas tak terpakai sejak matahari baru menyapa dari timur. Ia berangkat dari rumah ditemani dengan gerobak yang sudah termakan usia. Bahkan, satu dari dua tuas pendorong gerobaknya patah sehingga menyulitkan dirinya mendorong kendaraan tak bermotor dengan dua roda sejajar itu.

Setelah tiba di lokasi, Deni akan meletakkan gerobaknya di bawah rindangnya pepohonan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian, ia berkeliling mencari satu demi satu botol plastik hingga sepotong demi sepotong kardus bekas dengan menggendong karung di pundaknya.

Jika beruntung, dia akan membawa pulang besi yang harga jualnya di atas dua benda yang disebut sebelumnya.

"Kalau harga botol air mineral itu disebutnya plastik sekilo Rp1.500, kalau kardus Rp1.800, besi Rp4.000, tembaga lebih tinggi harganya," kata Deni menjelaskan harga barang-barang bekas di pengepul.

Deni tidak setiap hari bertolak ke pengepul untuk menimbang hasil pencariannya. Ia memilih dua hari sekali untuk menjual barang bekas yang punya nilai ekonomis itu.

"Kalau saya tergantung kaga nentu, kadang dari Rp150 ribu, kalau kadang ada rezeki lagi bagus Rp200 ribu, kadang Rp100 ribu, ga nentu," ucap Deni menyebutkan besaran uang yang ia terima setelah dua hari mengumpulkan barang bekas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya