Karena membantu penerjemahan itu, Syekh Washil diberi tempat tersendiri yang kemudian disebut dengan Setono Gedong. Dengan demikian, kata Mansur, ada hubungan guru-murid antara Syekh Wasil dan Joyoboyo. Sehingga ada dugaan bahwa Joyoboyo telah menjadi muslim.
Tapi itu hanya dugaan, bisa juga Joyoboyo tetap memeluk agamanya, tapi karena kehausan ilmu, ia berguru spiritual kepada Syekh Wasil.
“Buku sejarah kita juga mengatakan Hindu dan meninggalnya konon moksa,” katanya.
Syekh Wasil dan Joyoboyo diperkirakan hidup pada tahun 1200 Masehi.
(Khafid Mardiyansyah)