Selain itu, juga tercatat penurunan emisi karbon (CO2) sebesar 70,67 ton, dihitung berdasarkan penghematan listrik sebesar 83 MWh dengan nilai 0,85 kg CO2 per KWh.
“Saat lampu dimatikan pada aksi tersebut, listrik yang tidak digunakan sebanyak 83 MWh. Ini berarti ada penghematan uang sebesar Rp. 120.121.280, dan juga penurunan emisi carbon sebesar 70,67 ton CO2,” ujar Asep dalam keterangannya.
Menurutnya, angka-angka itu menunjukkan bahwa aksi hemat energi memiliki dampak yang signifikan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan biaya.
"Karena memiliki dampak yang signifikan, program ini akan terus dijalankan beberapa kali dalam satu tahun. Harapannya warga Jakarta dapat membudayakan hemat energi dalam kesehariannya," ucap Asep.
Asep mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam menghemat listrik untuk mengurangi emisi gas kaca atau karbon dengan melakukan beberapa langkah sederhana di rumah.
“Dengan aksi hemat energi yang dilakukan secara konsisten, kita dapat menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Asep.
(Awaludin)