Menag Soroti Keributan Jemaat Doa Rosario dan Warga Setu Tangsel

Hambali, Jurnalis
Senin 06 Mei 2024 16:05 WIB
Bentrokan warga di Tangsel (Foto: MPI)
Share :

Menurut Asep, keributan yang terjadi di Babakan kemarin bukanlah soal penolakan ibadah umat katolik, tapi lebih pada kesalahpahaman dalam memaknai tenggang rasa di tengah bermasyarakat umum.

"Kan ini kegiatannya baik sebenernya, hanya yang tinggal itu masalahnya adalah tenggang rasanya, pemilihan jamnya kegiatan berlangsung, suaranya diatur sedemikian rupa, kemudian kita juga harus paham sedekat apa antara lokasi kegiatan dengan sekitarnya, dan sekitarnya ini beragama apa," jelasnya.

Dilanjutkan dia, pendirian Kota Tangsel sendiri diinisiasi oleh semua kelompok agama. Sehingga menurutnya, tak ada lagi dikotomi antara pribumi dan pendatang, muslim dan bukan muslim. Semua warga, kata dia, memiliki hak yang sama.

"Alhamdhlillah sekarang semuanya sudah bersatu lagi saling menghargai, dan tokoh masyarakatmya para kyai kita juga sudhs kumpulka semuanya mendukung. Ini luar biasa, dan mudah-mudahan ini menjadi terakhir lah ada kejadian seperti ini di Tangsel," tandasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya