"Kita lihat secara, bahkan baru baru ini anak usia 13 tahun menusuk guru ngajinya, misalnya. Dan banyak dilakukan kalau menurut pengalaman saya kalau anak-anak geng motor itu membawa celurit, samurai, ini kan kita tidak mengatakan bahwa itu adalah bukan, tapi saya juga tidak bisa mengatakan kalau mereka pelakunya," sambungnya.
Di sisi lain, Ito meminta semua pihak termasuk masyarakat dan pengguna sosial media untuk bijak dan tidak berspekulasi terhadap kasus Vina.
"Jadi biarlah sekarang sedang berproses dari Polri, karena kan motonya presisi ya, tentunya harus transparan, kita tunggu bagaimana kesungguhan Polri untuk menunjukan bahwa ini benar atau salah," katanya.
"Saya yakin seyakin yakinnya bahwa Polri tidak ingin merusak reputasinya yang selama ini sudah baik," sambungnya.
(Angkasa Yudhistira)