PBB Peringatkan Neraka Iklim, Dunia Capai Rekor Suhu Paling Panas dalam Sejarah

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 06 Juni 2024 13:18 WIB
PBB peringatkan {neraka iklim}, dunia capai rekor suhu paling panas dalam sejarah (Foto: Reuters)
Share :

JENEWA – Badan pemantauan perubahan iklim Uni Eropa (UE) pada Rabu (5/6/2024) mengatakan selama 12 bulan terakhir ini menduduki peringkat terpanas dalam sejarah dibandingkan tahun-ke-tahun.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan tindakan segera untuk mencegah pemanasan global demi menghindari iklim neraka.

Copernicus Climate Change Service melaporkan suhu rata-rata global selama periode 12 bulan hingga akhir Mei adalah 1,63 derajat Celcius (2,9 derajat Fahrenheit) di atas rata-rata pra-industri. Ini menjadi periode terpanas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1940.

Rata-rata dalam 12 bulan ini tidak berarti bahwa dunia telah melampaui ambang batas pemanasan global sebesar 1,5 C (2,7 F), yang menggambarkan rata-rata suhu selama beberapa dekade.

Jika melampauinya, para ilmuwan memperingatkan akan adanya dampak yang lebih ekstrem dan tidak dapat diubah.

Dalam laporan terpisah, Organisasi Meteorologi Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau WMO mengatakan saat ini ada kemungkinan 80% bahwa setidaknya satu dari lima tahun ke depan akan menandai tahun kalender pertama dengan suhu rata-rata yang untuk sementara melebihi 1,5C di atas suhu tingkat industri, naik 66% tahun lalu.

Berbicara mengenai temuan ini, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menekankan betapa cepatnya dunia menuju ke arah yang salah dan tidak mampu menstabilkan sistem iklimnya.

“Pada tahun 2015, kemungkinan pelanggaran semacam itu mendekati nol,” kata Guterres dalam pidatonya pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dikutip Reuters.

Ketika waktu untuk membalikkan keadaan semakin menipis, Guterres mendesak pengurangan 30% produksi dan penggunaan bahan bakar fosil global pada tahun 2030.

“Kita memerlukan jalan keluar dari jalan raya menuju neraka iklim,” lanjutnya.

“Perjuangan untuk mencapai suhu 1,5 derajat akan ada menang atau kalahnya pada tahun 2020an,” tambahnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya