Putu berharap kunjungan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan mendalam antara DPR RI dan National Assembly Namibia, dimulai dan dijembatani BKSAP DPR RI.
"Kami berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi erat, memanfaatkan setiap peluang demi kesejahteraan masyarakat kedua negara. Beberapa poin yang kita sepakati antara lain adalah, meningkatkan saling kunjung antar parlemen; peningkatan kerjasama capacity building khususnya yang berhubungan dengan kesekretariatan parlemen; saling mendukung dalam pencalonan di forum - forum internasional," katanya.
Kemudian, pembentukan dan peningkatan grup kerja sama bilateral parlemen Indonesia dan Namibia; serta mendorong kerja sama berbagai bidang. Menurut saya, forum Indonesia-Afrika di Bali pada 27 - 28 Agustus mendatang, harus menjadi momen percepatan kerja sama di segala bidang secara khusus kerja sama perdagangan dan investasi.
BKSAP DPR RI ke Namibia merupakan kunjungan balasan setelah Delegasi National Council Namibia yang dipimpin Lukas Muha melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada Desember 2023. Ini juga merupakan kunjungan bersejarah karena pertama kalinya parlemen Indonesia mengunjungi Namibia.
Hubungan diplomatik Indonesia dengan Namibia telah terjalin sejak 13 Mei 1991, dengan komitmen penuh Indonesia mendukung kemerdekaan Namibia sejak tahun 1990. Presiden Soeharto adalah Presiden Indonesia pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Namibia pada 1997.
(Arief Setyadi )