JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Rusia meminta warganya tak melakukan perjalanan ke Lebanon karena khawatir pecahnya perang antara Israel dengan pasukan Hizbullah.
Kedutaan Besar AS di Beirut yang mengeluarkan imbauan resmi untuk meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Lebanon. Sementara untuk warga AS yang berada di Lebanon, diminta menghindari perjalanan ke Lebanon Selatan serta daerah yang berbatasan langsung dengan Suriah.
"Kedutaan Besar AS mengingatkan warga AS untuk meninjau Saran Perjalanan ke Lebanon yang berlaku saat ini. Secara khusus, kami meminta perhatian Anda pada Ringkasan Negara yang menyatakan bahwa pemerintah Lebanon tidak dapat menjamin perlindungan warga negara AS terhadap pecahnya kekerasan dan konflik bersenjata secara tiba-tiba," bunyi pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Beirut dikutip, Kamis (27/6/2024).
BACA JUGA:
Hal yang sama juga dilakukan oleh Kedutaan Besar Rusia di Beirut yang merekomendasikan waganya untuk menahan diri bepergian ke Lebanon. Sedangkan bagi warga Rusia yang berada di sana, diminta untuk menahan diri bepergian hingga situasi lebih tenang.
Melansir Anadolu Agency, Duta Besar Rusia Alexander Rudakov, dalam wawancara dengan saluran Rossiya 24, meminta warga negaranya menunggu hingga situasi di Lebanon tenang. Tapi, ia memastikan untuk saat ini tidak ada alasan untuk panik hanya saja tetap waspada.
BACA JUGA:
Peringatan serupa terhadap perjalanan ke Lebanon juga dibuat oleh Swiss dan Australia. Sementara itu, Jerman, Belanda, Kanada, dan Makedonia Utara juga mendesak warganya untuk meninggalkan negara tersebut di tengah meningkatnya risiko perang besar-besaran di Lebanon.
Dalam beberapa pekan terakhir, ketengan Israel dan Hizbullah di Lebanon makin memuncak sejak serangan Zionis ke Gaza, Palestina pada Oktober 2023. Ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perang habis-habisan. Baku tembak telah menyebabkan ribuan orang dievakuasi dari daerah di kedua sisi perbatasan.
(Salman Mardira)