Begitu pula sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq yang rela membersamai Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah dan selama tiga hari terjebak bersama Nabi di Gua Tsur.
Dapat dilihat, lanjutnya, sejatinya semangat hijrah Nabi waktu itu adalah semangat persatuan. Terbukti dengan disambutnya Nabi Muhammad SAW secara riang gembira oleh penduduk Madinah.
"Inilah Bapak Ibu sekalian yang penting untuk kita hayati. Ketika kita hijrah, apakah hijrah kita masih spirit hijrah atau tidak," pungkasnya.
(Awaludin)