Selain itu, Puan juga mengunjungi karya komisi dari Agus Suwage dan Titarubi. Agus Suwage menampilkan objek telinga manusia sebagai simbol toleransi pendengaran di ruang sosial yang bising, sementara Titarubi menampilkan padi yang diiringi rekaman doa dan pepatah masyarakat adat.
Puan juga melihat karya seniman lainnya seperti Rangga Purbaya, Alm. Eko Prawoto, Haris Purnomo, dan Ramadhan Ali Fatkhur, serta karya dari 36 seniman anak dan remaja di area ARTJOG Kids. Ia menyatakan kebanggaannya terhadap kreativitas anak bangsa dan berharap masyarakat terus mendukung kemajuan seni nasional.
"Karya seni dari seniman anak-anak atau area ARTJOG KIDS ini juga sangat menarik dan inilah salah satu wajah anak Indonesia yang kreatif dan berbakat. Saya sangat bangga dengan karya anak bangsa Indonesia dan kita harus dukung karyanya," ujarnya.
“Semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat luas," kata cucu Bung Karno itu.
Animorfosa Shibori Jumputan memberdayakan ibu rumah tangga untuk membuat shibori, sementara Batik Gee Baciro dikenal dengan batik motif klasik dan lukisan abstrak yang sudah dipamerkan di berbagai ajang mode internasional.
“Ada banyak pengrajin dan seniman batik Indonesia yang sangat berpotensi. Kita harus bangga karena berkat mereka, budaya Indonesia bisa semakin mendunia. DPR akan terus mendukung kemajuan UMKM batik Indonesia,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )