MALANG - Air sungai di Kabupaten Malang mengeluarkan warna merah layaknya darah. Fenomena ini terjadi di sebuah sungai kecil yang memiliki mata air di kawasan Dusun Kidal Krajan RT 27 RW 2, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Penelusuran MPI pada Minggu siang (7/7/2024) lokasi sungai ini memang tergolong dekat dengan permukiman warga. Namun sekitar area mata air terdapat pepohonan bambu yang rimbun dan membuat kesan sekitar cukup angker.
Di sisi lain faktor kurangnya pencahayaan di sekitar lokasi sungai, juga membuat lokasi sungai yang bermuara di Sungai Amprong itu kian angker. Apalagi sejumlah kisah misteri dari warga sekitar konon juga mengiringi lokasi mata air yang tak jauh dari Jalan Raya Kidal Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini.
Dari sisi penciuman juga beberapa warga tidak mencium bau aneh, namun ada beberapa warga dan pengunjung lain yang mencium bau wangi dan bau amis. Bau itu memang juga diakui oleh beberapa warga tak jauh dari area mata air di cekungan.
Widya, salah satu pengunjung di mata air mengakui memang mencium bau wangi dari arah kedung atau cekungan yang merupakan sumber mata air. Bau wangi itu menyerupai aroma melati dan minyak wangi.
"Tadi nyium bau wangi kayak pakai minyak wangi, aroma melati gitu," ucap Widya, ditemui di lokasi mata air.
Sementara itu, Abdur Rohim warga sekitar mata air juga mengaku beberapa orang yang datang menyampaikan mencium bau amis dan beberapa di antaranya mencium bau wangi. Bau itu diduga tercium dari area sekitar mata air.
"Bau pertama kayak gini, bau juga nggak, nggak ada yang aneh. Cuma beberapa orang saja yang bau amis, kayak ada yang bau wangi, mengalir sampai Sungai Amprong. Itu memang sungai kecil, tidak dimanfaatkan untuk warga," terangnya.
Air yang berwarna merah disebut Rohim, juga hal baru. Air berwarna merah itu muncul pertama kali pada Sabtu pagi (6/7/2024) sekitar pukul 10.00 WIB dan hilang pada Minggu pagi (7/7/2024).
"Kemarin tahunya jam 10, saya nggak sengaja lihat sungai kok warnanya merah tapi siangnya baru turun ngecek sama beberapa orang. Kalau hilangnya tadi pagi habis subuh jam 5, mulai hilang," jelasnya.
Selama ini diakui Rohim, tempat di sekitar area sumber mata air itu tergolong angker. Beberapa warga juga mengakui ada penunggu yang masyarakat sekitar mengistilahkan danyang. Dari penelusuran metafisika, makhluk itu merupakan seorang perempuan dan siluman ular.
"Ada yang pernah dilihatin danyangnya. Suasananya gelap, singup (mistis) di sana. Jarang ada yang berani turun," ujarnya.
Pantauan di sungai itu memang air berwarna merah itu tidak lagi terlihat. Hanya bekas warna merah terlihat dari bebatuan sekitar area sumber mata air di sebuah cekungan.
(Khafid Mardiyansyah)