Temuan Benda Pusaka hingga Piring Emas di Mata Air Berwarna Merah Malang

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 07 Juli 2024 22:28 WIB
Lokasi mata air di Malang banyak benda pusaka (foto: MPI/Avirista)
Share :

MALANG - Lokasi sungai kecil di Malang yang airnya sempat berwarna merah disebut kerap dijadikan lokasi ritual warga. Aliran sungai kecil itu bermuara di Sungai Amprong disebut kerap dijadikan lokasi mencari benda-benda pusaka.

Abdur Rohim, warga Dusun Kidal Krajan menyebut, lokasi sungai dan mata air yang berada di belakang permukiman warga memang dikenal angker. Namun lokasi itu kerap digunakan oleh pencari barang-barang pusaka untuk ritual.

"Ini namanya sumber kedungdaringan, ikut Dusun Kidal Krajan RT 27 RW 2, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. Sering di sini untuk ritual pernah, nyaris keris dan benda pusaka," ucap Abdur Rohim, ditemui Minggu (7/7/2024).

Beberapa benda pusaka dan benda menyerupai arca juga pernah ditemukan di sekitar sungai kecil yang memiliki mata air ini. Tak hanya keris di sini jga terdapat sebuah emas dan piring dengan lapisan emas, yang diduga merupakan benda cagar budaya.

"Pernah ada yang nemu emas, tapi emasnya dikembalikan, jadi ketemu lewat mimpi emasnya, terus dicari di sini dapat, tapi dikembalikan lagi," tuturnya.

Banyaknya benda pusaka juga diakui Rohim pernah tertangkap kamera CCTV dari rumah di belakang mata air. Dari kamera CCTV itu tertangkap kamera sebuah piring berhias emas konon keluar dari dalam tanah keluar.

"Itu piring bader terbang, muncul dari bawah, terlihat dari CCTV rumah belakangnya itu. Jadi piringnya terbang, tapi tidak bisa diambil. Katanya kalau diambil nanti akan sakit, atau sampai meninggal, nggak ada yang berani ngambil," jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan, adanya penampakan ular siluman berkepala tiga. Ular itu biasanya mengganggu orang yang bermaksud jelek, atau menebangi pohon bambu tanpa meminta izin.

"Pernah itu orang motong bambu, la setelah motong itu lari katanya muncul ular berkepala tiga. Lari ke atas ke sini, ketakutan, langsung sakit," kata dia.

"Pernah orang ngambil arca tidak ada kepalanya dibawa pulang. Waktu salat di rumah itu katanya kayak didorong sama penghuninya itu sampai jatuh. Makanya langsung dikembalikan lagi, nggak berani ngambil," imbuhnya.

Bahkan pasca adanya informasi temuan air berwarna merah itu, kata Rohim ada tiga dari lima orang yang melihat mengalami keganjilan. Pasalnya tiga dari lima orang itu mengalami hal-hal aneh.

"Kemarin itu tiga orang merasakan ditampakkan orang katanya ketakutan, ada yang seperti kena setrum (sengatan listrik), ada yang hangat kena semburan airnya, tiga orang itu ceritanya nggak sama, cuma dua orang itu yang nggak merasakan. Semuanya usianya masih muda," terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sungai kecil di kawasan Dusun Kidal Krajan RT 27 RW 2 Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, berubah warna menjadi merah. Air sungai itu terlihat berwarna merah pada Sabtu (6/7/2024).

Alhasil air berwarna merah itu sempat mengalir hingga beberapa desa di sekitarnya seperti Desa Kambingan dan Desa Banjarejo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Tapi air berwarna merah itu berhenti pada Minggu pagi dan aliran air tampak kembali normal.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya