KIM Plus Itu Apa?

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Jum'at 09 Agustus 2024 10:54 WIB
Ketum Parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju atau KIM (Foto : Antara)
Share :

USAI sukses mengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang pada gelaran Pilpres 2024, Koalisi Indonesia Maju (KIM), bakal berlanjut pada Pilkada 2024. Namun, koalisi pada tingkat daerah tersebut bakal menggandeng partai politik (parpol) lain atau disebut dengan KIM Plus.

Pada acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di iNews Tower, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan menggandeng partai politik lain di luar KIM pada Pilkada di sejumlah provinsi. Khususnya di 3 Pilkada tingkat provinsi. 

"Ada Jawa Tengah, ada DKI, Jawa Barat," kata Dasco, Rabu 31 Juli 2024.

KIM Plus digadang-gadang bakal terjalin di Pilgub Jakarta 2024 dengan mengusung sosok Ridwan Kamil. Di mana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memberi sinyal batal mengusung Anies Baswedan lantaran gagal menggandeng parpol lain untuk mengusung pasangan Anies-Sohibul Iman.

"Dengan telah lewatnya tenggat waktu 4 Agustus 2024 bagi Anies untuk mendapatkan partai koalisi agar menggenapkan 4 kursi PKS dari 22 kursi syarat dukungan 20 persen calon kepala daerah," Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS, Zainudin Paru.

Tiga Parpol Masuk KIM Plus

Dikabarkan partai-partai seperti PKS, PKB, dan Partai NasDem mungkin akan bergabung dengan KIM, dan membentuk KIM Plus pada Pilgub Jakarta 2024.

"Saya kemarin ngomong ada KIM Plus tentunya kalau ada KIM Plus yang bareng di Pilkada DKI tentunya kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan wakil dari partai koalisi yang sekarang, KIM plus itu tentunya ada," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa 6 Agustus 2024.

 

Sementara, untuk dua provinsi Jawa Tengah hingga saat ini belum diumumkan secara resmi siapa yang akan diusung KIM pada kontestasi Pilgub 2024. Ketiga parpol yang dikabarkan masuk KIM Plus di Jakarta, belum memutuskan untuk daerah lainnya.

Untuk Jawa Barat, diketahui KIM resmi mengusung Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur. Di mana bakal calon wakil gubernur akan diisi dari Partai Golkar. Keputusan itu, pun membuat Partai Amanat Nasional menarik mundur Bima Arya Sugiarto yang sebelumnya bakal diusung PAN pada Pilkada Jabar 2024.

Namun, hingga saat ini belum ada partai lain di luar KIM yang resmi mendukung Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan lain, Dasco belum menyebutkan partai-partai baru dalam KIM Plus selain partai-partai politik dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres 2024. 

Dia mengatakan partai-partai "plus" dalam KIM Plus akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, Dasco bilang, KIM Plus dibentuk untuk kemajuan Indonesia di masa depan dan tidak hanya sebatas pilkada.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya