Jokowi Dibayangi Bau Kolonial, Ini Kisah Gus Dur Diganggu Hantu Istana dan Pohon Beringin Keluar Asap Putih

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Selasa 13 Agustus 2024 12:47 WIB
Istana Merdeka/Okezone
Share :

JAKARTA – Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memilih untuk tinggal di Istana Merdeka saat menjabat Presiden RI. Sejumlah cerita mistis muncul terkait kondisi Istana Merdeka yang dikabarkan angker karena jarang ditempati.

Hal itu diungkapkan Greg Barton dalam buku Biografi Abdurrahman Wahid saat menyinggung sekelumit kisah tentang istana kepresidenan RI serta presiden yang menempatinya.

Ketika Gus Dur sekeluarga pindah ke Istana, sebelum masuk mereka diinformasikan bahwa harus bernegoisasi dulu dengan roh halus penjaga Istana.

Kawasan Istana yang dulunya jarang ditempati diyakini berhantu, terutama di area kamar ujung ruang utama. Ruangan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bendera pusaka hanya dibuka setahun sekali.

Yenny Wahid putri kedua Gus Dur, juga membenarkan kabar keangkeran Istana Negara. "Istana memang seram. Ada beberapa ruangan yang tidak nyaman," ucapnya.

Namun bukan Gus Dur jika mengatasi sesuatu dengan cara yang awam. Masih dari cerita Yenny, Gus Dur sempat beberapa kali 'digoda' makhluk halus. Ketika sang ayah duduk santai, tiba-tiba kursinya bergoyang sendiri.

Meski sempat kaget, Gus Dur berkomunikasi dengan makhluk tersebut. "Wis, aku ngerti kowe ono, ojo ganggu aku ya (Sudah, saya tahu kamu ada, jangan ganggu saya,ya). Kamu di duniamu, saya di dunia saya sekarang," ujar Gus Dur saat itu.

Hantu-hantu Istana itu ternyata tidak kapok. Suatu saat Gus Dur mengadakan pengajian di Istana. Tiba-tiba pohon beringin depan halaman Istana mengeluarkan asap putih. Sontak semua peserta pengajian ketakutan.

“Enggak usah takut. Mereka semua ikutan ngaji," ucap Gus Dur menenangkan jamaah.

 

Kegigihan Gus Dur untuk menjalin komunikasi dengan makhluk tak kasat mata tadi membuat keluarganya ikut berani tinggal di Istana. Bahkan Gus Dur sering mengingatkan supaya mereka bisa berdamai dengan makhluk lain.

"Caranya ya seperti Bapak. Ajak ngobrol, sapa, dan anggap saja mereka mau kenalan atau beri kesempatan kalau mereka juga tinggal di sini," kata Yenny lagi.

Memang diakui oleh beberapa staf istana kepresidenan, hanya di era Gus Dur, Istana Merdeka ramai dan tidak angker lagi. Semua orang bisa masuk Istana, mulai dari pejabat, politisi, kiai hingga masyarakat umum.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku setiap hari selalu terbayang dan mencium bau-bau kolonial saat berkantor di Istana Kepresidenan Jakarta dan Bogor. Jokowi menceritakan bahwa Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor dulunya dihuni oleh Gubernur Jenderal Belanda.

 

"Jadi kalau istana kita yang ada di Jakarta yang ada di Bogor itu adalah istana bekas kolonial yang dulunya dihuni. Jadi di istana negara itu dihuni oleh Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten," kata Jokowi dalam arahannya pada Kepala Daerah Seluruh Indonesia di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024).

"Kemudian Istana Merdeka saya juga kaget ternyata istana negara dan istana merdeka berbeda. Dihuni oleh  Gubernur Jenderal Johan Willem van Landsbarge. Kemudian yang di Bogor ternyata juga ada Gubenur Jenderal lagi Gubernur Jenderal Belanda, G.W. Baron van Imhoff," sambungnya.

Jokowi menekankan bahwa hampir 79 tahun para Presiden Indonesia termasuk dirinya berkantor di Istana bekas Gubenur Jenderal Belanda.

"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu sekali lagi Belanda bekas Gubernur Jenderal Belanda  Dan sudah kita tempati 79 tahun. Ini bau baunya kolonial selalu saya rasakan setiap hari. Dibayang- bayangi," jelasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya