Khodr mengatakan, bahwa pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah beberapa bulan lalu meminta para pejuangnya untuk berhenti menggunakan ponsel pintar karena Israel memiliki teknologi untuk menyusup dan menembus perangkat tersebut.
“Jadi sekarang mereka menggunakan sistem komunikasi yang berbeda dengan menggunakan pager, dan tampaknya mereka telah ditembus,” katanya.
“Kami mendapat laporan bahwa terjadi ledakan hampir bersamaan di Lebanon selatan, di timur negara itu, dan di pinggiran selatan Beirut.”
Khodr melaporkan, bahwa terjadi kepanikan yang meluas di Beirut dan ambulans bergegas melewati pinggiran selatan ibu kota. Reuters melaporkan warga mengatakan, bahwa ledakan terjadi bahkan 30 menit setelah ledakan awal.
Belum ada komentar langsung dari militer Israel, yang telah terlibat baku tembak dengan Hizbullah sejak Oktober lalu bersamaan dengan perangnya di Gaza.
(Awaludin)