Cak Imin dan Gita Wirjawan Beri Pembekalan ke Anggota Fraksi PKB

Sucipto, Jurnalis
Rabu 18 September 2024 20:42 WIB
Cak Imin dan Gita Wirjawan Beri Pembekalan ke Anggota Fraksi PKB
Share :

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berupaya menghidupkan budaya diskusi untuk menambah pengetahuan serta meluruskan arah perjuangan politik seluruh pengurus dan kadernya.

PKB mengundang mantan Menteri Perdagangan sekaligus host dari podcast Endgame, Gita Wirjawan. Acara yang digelar hybrid tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Pertama saya bersyukur dan bahagia atas kehadiran pak Gita Wirjawan. Bagi saya suprise dan membahagiakan. Teman lama yang sudah lama sekali ingin saya undang, tapi tidak berkesempatan gak nyambung-nyambung. Kemarin saya WA nyambung," ujarnya dikutip, Rabu (18/9/2024).

Cak Imin -- panggilan akrabnya-- mengaku senang bisa berdiskusi langsung dengan Gita. Ia berharap setiap materi yang dipaparkan dapat menjadi bekal seluruh pengurus serta anggota Fraksi PKB lima tahun ke depan.

"Terima kasih Pak Gita. Senang sekali, saya bilang ke beliau tolong kasih briefing kami karena kami sedang semangat untuk mencoba mewarnai lima tahun yang akan datang," ujarnya.

"Kita juga sedang berusaha melangkah supaya benar. Saya bilang ke Pak Gita supaya kita bisa lebih baik lagi. Insyaallah akan lebih baik lagi," tutup Cak Imin.

Sementara itu, sejumlah peserta sangat antusias menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada Gita Wirjawan terkait ekonomi, hukum, hingga terkait peran partai politik.

 

"Mungkin ujungnya yang menjadi benang merah dari seluruh pertanyaan ini ada buku yang ditulis oleh James Robinson yang mendiskripsikan bagaimana kita menjadi keseimbangan antara kekuasaan dengan masyarakat sipil. Itu hanya bisa seimbang dengan penegakan hukum. Kalau ada penegakan hukum, yang seimbang antara masyarakat sipil dengan kekuasaan, sehingga kekuasaan itu tidak terlalu despotik (lalim)," kata Gita.

"Itu hanya dengan penegakan hukum, dan kalau ada penegakan hukum itu akan terjadi aktualisasi nilai yang nyambung dengan teknologi, ekonomi, spiritual, filsafat, budaya, sosial dan lain-lain. Nah, pertanyaanya adalah, kita mau nggak menjadi peradaban yang keren? Multiple choice, yes or no. Kalau yes jelas apa yang harus kita lakukan," tandasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya