"Kapal Dharma Rucitra VII ini akan berangkat kembali dari Pelabuhan Maumere dengan mengevakuasi sekitar 400 warga, dan akan diberangkatkan menuju Surabaya dan dilewatkan di Labuhan Bajo, Senin Sore (11/11/2024) , untuk mengevakuasi sekitar 500 turis wisata domestik disana. Bahkan sebelumnya partisipasi DLU sudah dilakukan untuk membantu Masyarakat Wilayah NTT mulai dari 3 minggu yang lalu saat erupsi awal terjadi di Gunung tersebut dan mengakibatkan penerbangan berhenti di tiga kota, Kupang, Ende, dan Maumere. Dan yang terakhir dengan menggunakan Kapal Dharma Rucitra VIII juga melakukan pengangkutan sekaligus evakuasi sekitar 500 warga dari Kupang, dan sekitar 500 warga dari Ende pada tanggal 5 November 2024, yang saat itu pesawat sudah kesulitan beroperasi," urainya lagi.
Pihaknya juga meluncurkan kapal dari Ende pada tanggal 12 November 2024, dan tanggal 13 Novembernya dari Labuhan Bajo dengan kapal Dharma Rucitra VIII yang mempunyai kapasitas sekitar 1300 orang. Sehingga kedua kapal PT Dharmalautan Utama pada minggu ini hadir untuk membantu evakuasi di Labuhan Bajo. Dan di harapkan kedua kapal tersebut tiba di Surabaya pada Hari Kamis 14 November 2024 dan Jumat 15 November 2024.
"Saya sendiri yang akan menjemput langsung di Terminal Tanjung Perak," tegas Erwin HP.
Ia menyatakan, berikutnya akan ada kapal Dharma Rucitra VIII dengan kapasitas 1.300 penumpang, yang akan bergerak menuju Ende dan Labuhan Bajo untuk melakukan proses evakuasi.
(Khafid Mardiyansyah)