ER juga menyayangkan kurangnya keseriusan pemerintah atas jembatan penghubung dua kecamatan tersebut yang sangat mengancam keselamatan setiap pengendara yang hendak melintas. "Jembatan itu terbuat dari papan dengan penyanggah tiang corong, dan berulang kali rusak," katanya.
Ia mengatakan, masyarakat sebelumnya sering mengeluhkan kepada pemerintah namun tak ada tindak lanjut. Sehingga warga beberapa kali melakukan rehab secara swadaya dengan menyumbangkan pohon kelapa, meski hal itu hanya bertahan selama setiap tiga bulan saja.
"Di bulan Januari 2025 kemarin tiba-tiba ada rehab dari Pemerintah dan mereka mulai pengerjaan seperti kunang-kunang malam. Sementara itu adalah jalan umum dan utama masyarakat dari Kecamatan Gomo menuju Kecamatan Mazo" ungkapnya.
Atas peristiwa ini, masyarakat sangat berharap pemerintah segera mungkin menyelesaikan pembangunan jembatan yang layak di lokasi tersebut. Karena jika tidak, maka sangat dikhawatirkan jembatan itu pasti akan menelan korban jiwa.
(Arief Setyadi )