Meski sudah mendapat izin pemilik rumah yang juga salah satu orangtua pelajar, namun kegiatan itu tidak ada informasi ke pengurus lingkungan setempat.
"Itu sebenarnya rumah kosong tapi diizinkan oleh pemilik. Pemiliknya ini salah satu orangtua dari siswa SMK ini tapi tanpa memberitahukan ke pengurus wilayah RT, RW dan lurah," jelasnya.
Hingga akhirnya, para pelajar itu diduga mengalami kesurupan dan sempat membuat panik warga. Beruntung, mereka langsung mendapatkan penanganan dari pemuka agama setempat.
"Alhmadulillah dibantu pemuka agama siswa ini dibawa ke masjid untuk diobati atau dinormalkan. Setelah selesai dijemput sekolah dan keluarga, kurang lebih ada 8 sampai 10 orang," ujarnya.
Ke depan, diharapkan apapun bentuk kegiatan terutama anak sekolah di lingkungan warga untuk berkordinasi dengan pengurus setempat. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan.
"Apapun bentuk kegiatannya harus memberitahukan. Minimal RT, RW dan lurah supaya memonitor. Karena kita kan tidak tahu kejadiannya nanti seperti apa. Apalagi tidak dilaporkan," pungkasnya.
(Arief Setyadi )