Misi Utama: Memata-matai Indonesia yang Baru Merdeka
Pada Agustus 1945, lewat perintah Kolonel John Coughlin dari OSS, Jane Foster diberi tugas utama melaporkan situasi politik dan pandangan para pemimpin Indonesia.
Foster mengadakan wawancara langsung dengan Soekarno, Mohammad Hatta, Amir Syarifudin, serta tokoh penting lainnya, untuk mengetahui sejauh mana dukungan atau ancaman gerakan nasionalis terhadap kepentingan Amerika dan Sekutu.
Dari laporannya, Foster menyimpulkan bahwa gerakan nasionalis Indonesia tidak bagian rencana komunis Rusia ataupun Jepang, melainkan ledakan alami akibat penindasan kolonial yang sudah berlangsung lama. Menariknya, ia menegaskan bahwa para pemimpin Indonesia lebih mengutamakan diplomasi dan perdamaian ketimbang revolusi bersenjata.