Jane Foster dan Warisan Intelijen yang Tersisa
Setelah meninggalkan OSS pada 1946, Foster memilih menetap di Paris dan menghindari dunia intelijen. Namun, jejaknya tetap menjadi bukti bahwa Indonesia pasca-kemerdekaan adalah pusat perhatian dunia, terutama dalam perebutan pengaruh geopolitik antara Barat dan negara-negara bekas penjajah.
Dengan menyelami sejarah Jane Foster, kita dapat lebih memahami betapa strategisnya posisi Indonesia dalam panggung dunia, yang tidak hanya dilihat dari sisi politik dan diplomasi, tetapi juga dalam ranah intelijen.
(Awaludin)