"Kami berusaha memotong penularan dan sebagainya. Kalau melihat sampai hari ini, yang terjadi campak yang kami khawatirkan adalah jika berasal dari luar Jakarta. Tetapi per hari ini, di Jakarta tidak ada peningkatan," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengingatkan pentingnya pencegahan penyakit campak sejak dari rumah. Berbagai langkah cepat pun telah dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Diketahui, kasus campak di Jakarta mencapai 218 kasus, serta 63 kasus rubela yang telah terkonfirmasi sejak Januari hingga September 2025. Namun demikian, tidak ada laporan kematian akibat campak hingga saat ini.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan respons cepat melalui ORI (Outbreak Response Immunization).
(Fetra Hariandja)