“Tidak ada arah yang maslahat, arah yang konstruktif, selain berdamai, selain islah di antara yang berbeda pendapat dan tabayun terhadap informasi-informasi tidak jelas yang cenderung mengarah kepada fitnah supaya diklarifikasi dengan baik,” ungkapnya.
Dalam rapat ulama malam tersebut, Gus Yahya menuturkan para kiai yang hadir tidak membentuk kubu atau memihak pihak mana pun.
“Karena sebetulnya, kenyataannya di antara para kiai-kiai ini tidak ada pihak memihak. Semuanya ini adalah komunitas kiai, semuanya komunitas yang tunggal sebetulnya dari para kiai ini. Tidak ada pihak memihak,” ujarnya.
Sebelumnya, risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang beredar luas memuat keputusan Rais Aam dan Wakil Rais Aam yang meminta Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU.
Rapat tersebut digelar pada Kamis 20 November 2025 di Hotel Aston City Jakarta dan diikuti 37 dari 53 pengurus harian Syuriyah PBNU. Risalah itu ditandatangani pimpinan rapat sekaligus Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.
(Arief Setyadi )